|
Sajak Cerita Rencana |
Sekeping potret lama Ku tatap buku-buku yang tersusun Satu per satu Ingatan ku kembali ke masa lalu Mengimbau detik-detik usaha ku Mengejar impian dan harapan Tiba-tiba Anak mata ku terhenti Pada sebuah dairi usang Yang hampir ku lupakan Dan tak ingin ku kenang Kerna ku tahu Tiada catatan indah di sana Tiada sentuhan berirama di dalamnya Cuma yang tinggal hanyalah Coretan-coretan tidak bermakna Tapi
tetap segar di ingatan
Detik detik perjuangan Yang di penuhi dengan Seribu satu rintangan Entah mengapa Kaki ini melangkah Mendekati susunan buku-buku Tangan ini menjangkau Mencapai dairi itu Dan menguak kulitnya |
Lantas, Mata ku terpandang Sekeping potret lama Kelihatan masih sempurna Meski pun sedikit tercalar Ku imbau kembali Zaman remaja yang terabai Rasanya seperti Aku kehilangan sesuatu Ibarat rumpun padi Yang tidak di awasi Sejak mula di semai Padi yang di hasilkan Tentunya tidak banyak berisi Sekali pun cuba di bajai Semasa rumpunnya sudah tinggi. DotSolo 19 Januari 2003 |